➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Pengecualian bagi orang beriman yang kekal dalam derajat kesempurnaan.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Illalladziina aamanuu wa 'amilush shaalihaati" adalah pengecualian dari kerendahan. Orang beriman akan tetap menerima pahala utuh ("ajrun ghairu mamnuun") **meskipun telah mencapai usia pikun** dan tidak mampu beramal lagi. Ath-Thabari menambahkan bahwa pengecualian ini menjamin bahwa mereka tidak akan dikembalikan ke neraka (jika itu yang dimaksud *asfala saafiliin*). Al-Qurthubi menjelaskan bahwa keimanan dan amal saleh adalah benteng yang menjaga manusia dari kemerosotan derajat, baik di dunia maupun di akhirat. Al-Alusi menguraikan bahwa pahala yang tiada putus-putusnya adalah keistimewaan yang diberikan Allah atas dasar rahmat dan konsistensi ibadah mereka sebelumnya. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menegaskan bahwa ini adalah jaminan Allah bagi hamba-Nya yang setia.