IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Insyirah Ayat 6

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Insyirah Ayat 6

6 Surah Al-Insyirah Ayat 6 ⬇️
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
📘 Cara Baca:
inna ma'al-'usri yusrā
Arti Terjemahan Indonesia:
sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ان
sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Kasrah
Penjelasan: Pengulangan untuk penekanan.
Akar Kata: أ ن ن
مع
bersama
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Makān
Kedudukan: Ẓarf Makān
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Keterangan tempat (Muḍāf). Khobar Muqaddam dari إِنَّ.
Akar Kata: م ع و
العسر
kesulitan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari مَعَ.
Akar Kata: ع س ر
يسر
kemudahan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim Anna Muakhkhar
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Isim dari إِنَّ yang diakhirkan.
Akar Kata: ي س ر
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukīd bil I`ādah
Pengulangan (*I`ādah*) lengkap dari Ayat 5 berfungsi sebagai *Taukīd* (penegasan) kedua yang mutlak, menghilangkan keraguan apa pun dari hati pendengar/pembaca tentang janji kemudahan setelah kesulitan.
Badi' - Ikhtilāf al-Maʻrifah wa an-Nakirah
Kata **الْعُسْرِ (al-ʻusr/kesulitan)** disebutkan dengan *alif-lām* (Maʻrifah/tertentu), sedangkan **يُسْرًا (yusrā/kemudahan)** disebutkan tanpa *alif-lām* (Nakirah/umum). Dalam kaidah Balaghah, pengulangan Maʻrifah merujuk pada objek yang sama (kesulitan itu satu), sementara pengulangan Nakirah merujuk pada objek yang berbeda (kemudahan itu banyak/beragam). Jadi, **satu kesulitan diapit oleh banyak kemudahan**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Pengulangan janji sebagai penegasan dan penghilang keraguan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa pengulangan ayat ini ("Inna ma'al 'usri yusraa") bertujuan untuk **penguatan dan penegasan yang lebih dahsyat** (ta'kid). Ibnu Katsir menerangkan berdasarkan hadis, bahwa satu kesulitan (menggunakan *alif lam*) tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan (menggunakan *tanwin*). Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengulangan ini berfungsi sebagai **penghibur hati** bagi Nabi Muhammad ? dan umatnya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah dalil bahwa rahmat Allah lebih mendominasi daripada kesulitan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa pengulangan ini adalah janji spiritual yang mengikat bagi setiap muslim yang menghadapi ujian.