Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Pengulangan janji sebagai penegasan dan penghilang keraguan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa pengulangan ayat ini ("Inna ma'al 'usri yusraa") bertujuan untuk **penguatan dan penegasan yang lebih dahsyat** (ta'kid). Ibnu Katsir menerangkan berdasarkan hadis, bahwa satu kesulitan (menggunakan *alif lam*) tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan (menggunakan *tanwin*). Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengulangan ini berfungsi sebagai **penghibur hati** bagi Nabi Muhammad ? dan umatnya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah dalil bahwa rahmat Allah lebih mendominasi daripada kesulitan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa pengulangan ini adalah janji spiritual yang mengikat bagi setiap muslim yang menghadapi ujian.