Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (namamu). Penegasan atas kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi ?, menjadikan namanya selalu disebut bersama nama Allah.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa rafa'naa laka dzikrak" berarti Allah **meninggikan kemuliaan dan nama Nabi ?**. Ibnu Katsir menafsirkan bahwa nama Nabi selalu disebut bersama nama Allah dalam syahadat, azan, iqamah, salat, khutbah, dan lainnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah nikmat terbesar setelah kenabian, yaitu **kemuliaan abadi** yang tidak diberikan kepada nabi lain. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ketinggian sebutan ini mencakup pujian di dunia dan di akhirat. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa kemuliaan ini adalah penawar dari segala celaan dan hinaan yang ditujukan oleh orang kafir.