➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) membencimu. Jawaban sumpah yang menenangkan hati Nabi ﷺ, menampik keraguan dan tuduhan musuh.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Maa wadda'aka Rabbuka" (Tuhanmu tiada meninggalkanmu) adalah **penghiburan** dan penegasan bahwa Allah tidak pernah memutuskan hubungan dengan Nabi ﷺ meskipun wahyu sempat terhenti. Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini turun sebagai penolak tuduhan orang musyrik yang mengatakan Allah telah membenci Muhammad. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "wa maa qalaa" (dan tiada pula membencimu) menunjukkan cinta dan perhatian abadi Allah. Al-Alusi menguraikan bahwa terhentinya wahyu hanyalah ujian sementara, bukan tanda ditinggalkan. Sayyid Quthb menekankan bahwa ayat ini memberikan ketenangan spiritual yang mendalam bagi jiwa Nabi ﷺ.