➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Penegasan bahwa kemenangan sejati diraih melalui penyucian jiwa (tazkiyah an-nafs).
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Qad aflaha man zakkaahaa" adalah penetapan bahwa **keberuntungan** (*falah*) hanya bagi orang yang **menyucikan jiwanya** dari dosa dan kotoran. Ibnu Katsir menerangkan bahwa penyucian jiwa adalah dengan melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *tazkiyah* ini adalah amal yang harus diupayakan oleh setiap mukmin. Al-Baidhawi menguraikan bahwa penyucian jiwa adalah kemenangan atas potensi *fujuur* yang ada dalam diri. Al-Alusi menekankan bahwa keberuntungan ini adalah kebahagiaan abadi di Surga. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan keberuntungan ini sebagai keselarasan antara akal, hati, dan perbuatan sesuai syariat.