➡️ Mekanisme: Iskān & Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Dan Dia tidak takut terhadap akibatnya. Penegasan bahwa Allah Maha Kuasa, dan keputusan-Nya untuk menghukum tidak terhalang oleh konsekuensi apa pun.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa laa yakhaafu 'uqbaahaa" adalah penegasan atas **kekuasaan dan keadilan mutlak Allah**; Dia tidak khawatir akan adanya tuntutan, balasan, atau penyesalan setelah hukuman dijatuhkan. Ibnu Katsir menerangkan bahwa tidak ada yang dapat meminta pertanggungjawaban Allah atas keputusan-Nya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa hukuman Allah itu pasti dan tanpa keraguan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa manusia takut pada konsekuensi, tetapi Allah adalah Dzat yang menciptakan konsekuensi itu sendiri. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah peringatan terkeras bagi orang-orang Quraisy yang mendustakan Nabi Muhammad ﷺ. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai jaminan bahwa azab-Nya adalah hukum final yang tidak dapat dibatalkan.