IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Asy-Syams Ayat 13

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Asy-Syams Ayat 13

13 Surah Asy-Syams Ayat 13 ⬇️
فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ
📘 Cara Baca:
fa qāla lahum rasụlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā
Arti Terjemahan Indonesia:
lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya.”
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
lalu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: ف
قال
berkatalah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada ٱنۢبَعَثَ.
Akar Kata: ق و ل
لهم
kepada mereka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Jār (ل) dan Majrūr (هُمْ).
Akar Kata: ل - ه م
رسول
utusan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari قَالَ. Muḍāf.
Akar Kata: ر س ل
الله
Allah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari رَسُولُ.
Akar Kata: أ ل ه
ناقة
unta betina
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari Fi'il yang diperkirakan (احذروا: berhati-hatilah). Muḍāf.
Akar Kata: ن و ق
الله
Allah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari نَاقَةَ.
Akar Kata: أ ل ه
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
سقياها
minumannya
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada نَاقَةَ. Hā' (هَا) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: س ق ي - ه ا
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
فَقَالَ لَهُمْ (Lalu Dia berkata kepada mereka)
Kalimat: Fā' 'Aṭf [Fā' Penggabungan] + Jumlah Fi'liyyah - Ma'ṭūf [diikuti/digabungkan] pada KadzdzaBAT.
Tipe Analisis: Frasa
رَسُولُ اللَّهِ (Rasulullah)
Frasa: Idhāfī [Penyandaran] - Fā'il [Subjek] bagi Qāla.
Tipe Analisis: Frasa
نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا ((Jagalah) Unta Allah dan minumannya)
Frasa: Maf'ūl Bih [Objek] + Wāw 'Aṭf + Ism - Maf'ūl Muqaddar (Manṣūb dengan Fi'il Ighrā' Muqaddar: Iḥdharū/DzaRū).
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • فَقَالَ • Shorof
فَقَالَ berasal dari akar kata ق و ل. Bentuk aslinya adalah قَوَلَ, merupakan Fiil Ajwaf Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) berharakat dan didahului fathah, sehingga diubah menjadi alif (ا).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ijaz Ḥadzaf dan Tahdīd
Peringatan Rasul (**نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا / nāqatallāhi wa suqyāhā**) menggunakan *Ijaz Ḥadzaf* (penghilangan kata kerja) yang berarti "Jauhilah unta Allah". Ini adalah *Tahdīd* (ancaman) tersirat.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina Allah dan (janganlah kamu mengganggu) minumnya."

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa Nabi Saleh a.s. memperingatkan mereka untuk menghormati mukjizat Allah, yaitu **unta betina Allah** (*naaqatallaahi*), dan hak minumnya. Ibnu Katsir menerangkan bahwa unta itu meminum air sumur pada hari tertentu, sedangkan mereka meminum pada hari lain, sebagai ujian bagi kesabaran mereka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa unta itu disebut "unta Allah" sebagai penghormatan dan penegasan bahwa ia adalah tanda kekuasaan-Nya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa peringatan ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk bertobat. Al-Alusi menekankan bahwa larangan mengganggu unta dan minumnya adalah ujian ketaatan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan peringatan ini sebagai perlindungan terakhir dari azab.