IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Balad Ayat 7

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Balad Ayat 7

7 Surah Al-Balad Ayat 7 ⬇️
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ
📘 Cara Baca:
a yaḥsabu al lam yarahū aḥad
Arti Terjemahan Indonesia:
Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
أي
Apakah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Istifhām
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Hamzah Istifhām.
Akar Kata: أ
يحسب
ia mengira
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/manusia).
Akar Kata: ح س ب
أن
bahwa
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf penashab.
Akar Kata: أ ن ن
لم
tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy wa Jazm
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf peniadaan dan penjazm.
Akar Kata: ل م م
يره
melihatnya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Majzūm
I'rab & Tanda: Majzum dengan membuang Ḥarf Illah
Penjelasan: Fi'il Muḍāri' yang dijazmkan oleh لَّمْ. Hā' (هُ) Maf'ūl Bih.
Akar Kata: ر أ ي - ه و
أحد
seorang pun
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari يَرَهُۥٓ.
Akar Kata: أ ح د
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
أَيَحْسَبُ (Apakah dia mengira)
Kalimat: Hamzah Istifhām [Kata Tanya] + Jumlah Fi'liyyah - Jumlah Isti'nāfiyyah [Kalimat Permulaan Baru].
Tipe Analisis: Kalimat
أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ (Bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya)
Kalimat: Maṣdar Mu'awwal [Kata Dasar yang Ditakwilkan] - Maf'ūl Bih [Objek] dari Yaḥsabu.
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • يَرَهُ • Nahwu
يَرَهُ berasal dari akar kata ر أ ى. Bentuk aslinya adalah يَرَاهُ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Hadhf

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Hadhf Huruf 'Illah: Fi'il Muḍāri' *Naqish* dijazmkan (oleh لَمْ). Alif (yang asalnya yā') dihapus sebagai tanda Jazm.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istifhām Inkārī
Pengulangan *Istifhām Inkārī* (seperti Ayat 5) adalah *Taukīd* (penegasan) celaan. Ini mengecam manusia yang berbuat buruk secara tersembunyi, mengingatkannya bahwa Allah **مَا يَرَهُ أَحَدٌ (mā yarahū aḥadun/melihatnya)**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Apakah dia mengira bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya? Pertanyaan penegasan bahwa Allah Maha Melihat dan mencatat semua perbuatannya, termasuk niatnya.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Ayaḥsabu allam yarahu ahad" adalah celaan karena manusia ini **mengira tidak ada yang melihat** (atau mencatat) niat di balik pengeluaran hartanya. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah Maha Melihat niat dan perbuatan hamba-Nya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah penekanan pada pengawasan Allah (murāqabah) yang meliputi segala hal. Al-Baidhawi menguraikan bahwa jika Allah melihatnya, maka klaimnya di ayat 6 adalah sia-sia. Al-Alusi menekankan bahwa Allah melihat bukan hanya perbuatannya, tetapi juga jumlah hartanya dan sumbernya. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai peringatan keras terhadap orang yang pamer dan munafik.