IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Gasyiyah Ayat 5

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Gasyiyah Ayat 5

5 Surah Al-Gasyiyah Ayat 5 ⬇️
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ
📘 Cara Baca:
tusqā min 'ainin āniyah
Arti Terjemahan Indonesia:
diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
تسقى
ia diberi minum
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri' Majhūl
Kedudukan: Fi'il Muḍāri' Majhūl
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah Muqaddarah
Penjelasan: Nā'ibul Fā'ilnya Dhomir Mustatir (هي/وجوه).
Akar Kata: س ق ي
من
dari
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: م ن ن
عين
sumber
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: ع ي ن
آنية
yang sangat panas
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Na'at bagi عَيْنٍ.
Akar Kata: أ ن ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • تُسْقَى • Shorof
تُسْقَى berasal dari akar kata س ق ي. Bentuk aslinya adalah تُسْقَيُ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Iskān dan Ibdāl: Huruf yā' (ي) disukunkan (Iskān) lalu diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Munasabah
Minuman **عَيْنٍ آنِيَةٍ (ʻainin āniyah/mata air yang sangat panas)** sangat sesuai (*Munasabah*) sebagai azab bagi orang yang berada di **nāran ḥāmiyah** (api yang sangat panas).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Diberi minum dari sumber air yang sangat panas. Deskripsi minuman azab yang menanti mereka.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Tusqā min ‘ainin āniyah" berarti mereka **diberi minum dari sumber air** (*‘ainin*) yang **sangat panas** (*āniyah*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa air yang sangat panas ini mendidih dan tidak dapat memuaskan dahaga. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah siksaan yang bertolak belakang dengan nikmat minuman dingin di Surga. Al-Baidhawi menguraikan bahwa minuman ini adalah balasan yang setimpal atas kesombongan mereka. Al-Alusi menekankan bahwa *āniyah* menunjukkan suhu yang telah mencapai puncaknya dalam panas. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan air panas ini sebagai hukuman yang membinasakan tubuh dari dalam.