IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Gasyiyah Ayat 4

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Gasyiyah Ayat 4

4 Surah Al-Gasyiyah Ayat 4 ⬇️
تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ
📘 Cara Baca:
taṣlā nāran ḥāmiyah
Arti Terjemahan Indonesia:
mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
تصل
ia memasuki
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah Muqaddarah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (هي/وجوه).
Akar Kata: ص ل ي
نارا
api
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari تَصْلَىٰ.
Akar Kata: ن و ر
حامية
yang sangat panas
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Na'at bagi نَارًا.
Akar Kata: ح م ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • تَصْلَى • Shorof
تَصْلَى berasal dari akar kata ص ل ي. Bentuk aslinya adalah تَصْلَيُ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Iskān dan Ibdāl: Huruf yā' (ي) disukunkan (Iskān) lalu diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Mubālaghah
Penyifatan api dengan **حَامِيَةٌ (ḥāmiyah/sangat panas)** adalah *Mubālaghah* (hiperbola) untuk menunjukkan intensitas azab Neraka yang ekstrem.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Memasuki api yang sangat panas (Neraka). Penjelasan tentang tempat kembalinya orang-orang kafir.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Taṣlā nāran ḥāmiyah" berarti mereka **memasuki Neraka** (*nāran ḥāmiyah*) yang **sangat panas** atau berkobar-kobar. Ath-Thabari menerangkan bahwa *ḥāmiyah* menunjukkan intensitas panas yang luar biasa. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Neraka adalah tempat akhir bagi segala kepayahan mereka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Neraka adalah tempat yang diciptakan Allah untuk membalas kekufuran. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada tempat berlindung dari api ini. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan api ini sebagai konsekuensi dari penolakan kebenaran yang panas membakar.