Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Ajakan untuk merenungkan bumi yang dijadikan tempat hidup yang nyaman.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa ilal arḍi kaifa suṭiḥat" adalah ajakan untuk merenungkan **bumi, bagaimana ia dihamparkan** (*suṭiḥat*) agar manusia dapat hidup di atasnya. Ath-Thabari menerangkan bahwa penghamparan bumi adalah nikmat besar yang memudahkannya untuk dijadikan tempat tinggal dan bercocok tanam. Al-Qurthubi menambahkan bahwa bumi yang terhampar menunjukkan kemurahan Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kerendahan bumi adalah kontras dengan ketinggian langit. Al-Alusi menekankan bahwa perenungan alam semesta harusnya menghasilkan keimanan yang sempurna. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan bumi yang terhampar sebagai kesiapan Allah untuk menerima amal manusia.