IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-A'la Ayat 10

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-A'la Ayat 10

10 Surah Al-A'la Ayat 10 ⬇️
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ
📘 Cara Baca:
sayażżakkaru may yakhsyā
Arti Terjemahan Indonesia:
orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
سيذكر
akan mengambil pelajaran
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Sīn (سَ) Ḥarf Istiqbāl.
Akar Kata: ذ ك ر
من
orang yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Fā'il dari سَيَذَّكَّرُ.
Akar Kata: م ن ن
يخشى
takut
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah Muqaddarah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (هو).
Akar Kata: خ ش ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • يَخْشَى • Shorof
يَخْشَى berasal dari akar kata خ ش ي. Bentuk aslinya adalah يَخْشَيُ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Iskān dan Ibdāl: Huruf yā' (ي) disukunkan (Iskān) lalu diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah (kasus Ta'adhdhur).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Takhṣīṣ
Kalimat ini adalah *Takhṣīṣ* (pengkhususan) bagi orang yang mengambil manfaat dari peringatan (Ayat 9), yaitu **man yakhsyā (orang yang takut)** (kepada Allah).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran. Penjelasan bahwa yang akan menerima peringatan adalah orang yang bertakwa.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Sayadzdzakkaru man yakhsyā" berarti **orang yang takut kepada Allah** (*man yakhsyā*) **akan mengambil pelajaran** dari peringatan itu. Ath-Thabari menerangkan bahwa *yakhsyā* adalah orang yang takut akan azab Allah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa rasa takut ini adalah kunci utama untuk menerima hidayah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa hati yang takut adalah hati yang terbuka untuk kebenaran. Al-Alusi menekankan bahwa peringatan itu bermanfaat bagi orang yang memiliki potensi keimanan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai filter: hanya hati yang hidup yang mampu menerima cahaya.