➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang kafir).
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Innahū kāna fī ahlihī masrūrā" adalah penjelasan mengapa mereka disiksa: **di dunia dia bergembira** (*masrūrā*) **di kalangan keluarganya** (yang kafir), yaitu bersenang-senang dalam kemaksiatan. Ibnu Katsir menerangkan bahwa kegembiraan ini adalah kegembiraan semu yang diperoleh tanpa memikirkan akhirat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *ahlihī* adalah keluarga yang mendukungnya dalam kekufuran. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kegembiraan ini adalah kontras dengan *masrūrā* di ayat 9. Al-Alusi menekankan bahwa mereka bergembira karena merasa aman dari azab Allah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan kegembiraan ini sebagai kesombongan dalam kekufuran.