IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mutaffifin Ayat 8

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mutaffifin Ayat 8

8 Surah Al-Mutaffifin Ayat 8 ⬇️
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌۗ
📘 Cara Baca:
wa mā adrāka mā sijjīn
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan tahukah engkau apakah Sijjin itu?
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan tahukah kamu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Isti'nāf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Wawu Isti'nāf.
Akar Kata: و
ما
apa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Istifhām
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mubtada'.
Akar Kata: م و ي
أدراك
yang memberitahumu
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Allah). Kāf (كَ) Maf'ūl Bih Pertama.
Akar Kata: د ر ي - ك
ما
apa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Istifhām
Kedudukan: Mubtada' Kedua
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mubtada' (Maf'ūl Bih Kedua أَدْرَىٰكَ).
Akar Kata: م و ي
سجين
Sijjin
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Alam
Kedudukan: Khobar Kedua
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari مَا.
Akar Kata: س ج ن
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • أَدْرَاكَ • Shorof
أَدْرَاكَ berasal dari akar kata د ر ي. Bentuk aslinya adalah أَدْرَيَكَ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istifhām Lit-Tafkhīm
Pertanyaan **وَمَا أَدْرَاكَ (Wa mā adrāka/Tahukah engkau)** adalah *Istifhām Lit-Tafkhīm* (mengagungkan/membesarkan) perkara **Sijjīn**, menarik perhatian pada kedahsyatan tempat itu.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Tahukah kamu apakah Sijjin itu?

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā adrāka mā Sijjīn" adalah pertanyaan retoris yang bertujuan **mengagungkan urusan Sijjin** dan kedahsyatannya. Ath-Thabari menerangkan bahwa pertanyaan ini mengisyaratkan bahwa Sijjin adalah sesuatu yang sulit dibayangkan oleh manusia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa tujuannya adalah memicu rasa takut. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pengetahuan tentang Sijjin hanya dari Allah. Al-Alusi menekankan bahwa kengerian Sijjin melampaui deskripsi. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai pengantar untuk mengungkapkan sifat Neraka.