IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mutaffifin Ayat 19

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mutaffifin Ayat 19

19 Surah Al-Mutaffifin Ayat 19 ⬇️
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَۗ
📘 Cara Baca:
wa mā adrāka mā 'illiyyụn
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan tahukah engkau apakah ’Illiyyin itu?
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan tahukah kamu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Isti'nāf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Wawu Isti'nāf.
Akar Kata: و
ما
apa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Istifhām
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mubtada'.
Akar Kata: م و ي
أدراك
yang memberitahumu
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Allah). Kāf (كَ) Maf'ūl Bih Pertama.
Akar Kata: د ر ي - ك
ما
apa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Istifhām
Kedudukan: Mubtada' Kedua
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mubtada' (Maf'ūl Bih Kedua أَدْرَىٰكَ).
Akar Kata: م و ي
عليون
Illiyyin
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Alam
Kedudukan: Khobar Kedua
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Wāwu (و)
Penjelasan: Khobar dari مَا.
Akar Kata: ع ل و
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istifhām Lit-Taʻẓīm
Pertanyaan **وَمَا أَدْرَاكَ (Wa mā adrāka/Tahukah engkau)** digunakan kembali (seperti Ayat 8), tetapi kali ini untuk *Istifhām Lit-Taʻẓīm* (mengagungkan/membesarkan) perkara **ʻIlliyyīn** (tempat yang tinggi), bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memuliakan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu?

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā adrāka mā ‘illiyyūn" adalah pertanyaan retoris yang bertujuan **mengagungkan urusan ‘Illiyyin** dan ketinggian derajatnya. Ath-Thabari menerangkan bahwa pertanyaan ini mengisyaratkan bahwa *‘Illiyyin* adalah sesuatu yang tidak terbayangkan kemuliaannya oleh manusia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa tujuannya adalah memicu kerinduan pada Surga. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pengetahuan sejati tentang *‘Illiyyin* hanya dimiliki oleh Allah. Al-Alusi menekankan bahwa kemuliaan *‘Illiyyin* melebihi batas imajinasi. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ini sebagai pengantar untuk mengungkapkan kemuliaan abadi.