Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Kallā innahum ‘an rabbihim yawma’idzil-la maḥjūbūn" adalah ancaman puncak: **Sesungguhnya mereka terhalang** (*maḥjūbūn*) **dari (melihat) Tuhan mereka** pada Hari Kiamat. Ibnu Katsir menerangkan bahwa terhalang dari melihat Allah adalah hukuman terbesar bagi orang kafir. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah dalil bahwa orang mukmin akan melihat Allah (bertolak belakang). Al-Baidhawi menguraikan bahwa terhalang dari rahmat dan pandangan Allah adalah kehinaan abadi. Al-Alusi menekankan bahwa terhalang dari Dzat Yang Mahamulia adalah siksaan spiritual tertinggi. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *maḥjūbūn* sebagai puncak kesengsaraan di Neraka.