Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Kallā bal tukadzdzibūna bid-dīn" adalah bantahan dan penyebab kedurhakaan: **Sekali-kali jangan begitu!** (Janganlah tertipu) **Bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan** (*bid-dīn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa mendustakan Hari Akhir adalah akar dari rasa aman palsu yang membuat mereka berbuat dosa (ayat 6). Al-Qurthubi menambahkan bahwa kedustaan ini adalah penyebab semua perilaku buruk. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *bid-dīn* di sini adalah Hari Perhitungan. Al-Alusi menekankan bahwa jika mereka beriman, mereka tidak akan tertipu. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan kedustaan ini sebagai penolakan terhadap hukum sebab-akibat akhirat.