IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Infitar Ayat 9

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Infitar Ayat 9

9 Surah Al-Infitar Ayat 9 ⬇️
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ
📘 Cara Baca:
kallā bal tukażżibụna bid-dīn
Arti Terjemahan Indonesia:
Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
كلا
Sekali-kali tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Rad'in wa Zajr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf pencegah dan peringatan.
Akar Kata: ك ل ل ا
بل
Bahkan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Iḍrāb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf beralih dari ucapan sebelumnya.
Akar Kata: ب ل ل
تكذبون
kamu mendustakan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: ك ذ ب
ب
hari pembalasan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Bā' (ب) Jarr. Isim Majrūr.
Akar Kata: ب - د ي ن
الدين
pembalasan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: د ي ن
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Radʻun wa Zajar wa Iḍrāb
Kata **كَلَّا (Kallā/Sekali-kali tidak!)** adalah *Radʻun wa Zajar* (penolakan tegas dan hardikan) terhadap perdaya di Ayat 6. **بَلْ (Bal/Bahkan)** adalah *Iḍrāb* (pengalihan topik) yang menyimpulkan penyebab durhaka: **mendustakan Hari Pembalasan** (*bid-dīn*).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Kallā bal tukadzdzibūna bid-dīn" adalah bantahan dan penyebab kedurhakaan: **Sekali-kali jangan begitu!** (Janganlah tertipu) **Bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan** (*bid-dīn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa mendustakan Hari Akhir adalah akar dari rasa aman palsu yang membuat mereka berbuat dosa (ayat 6). Al-Qurthubi menambahkan bahwa kedustaan ini adalah penyebab semua perilaku buruk. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *bid-dīn* di sini adalah Hari Perhitungan. Al-Alusi menekankan bahwa jika mereka beriman, mereka tidak akan tertipu. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan kedustaan ini sebagai penolakan terhadap hukum sebab-akibat akhirat.