Wahai manusia, apakah yang memperdayakan kamu (sehingga durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yā ayyuhāl-insānu mā gharrakā bi rabbikal-Karīm" adalah pertanyaan keras: **Wahai manusia, apa yang memperdayakanmu** (*mā gharrakā*) **terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah** (*Al-Karīm*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *gharrakā* berarti menipu atau melalaikan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan *Al-Karīm* adalah sindiran: betapa besarnya keberanian manusia berbuat dosa kepada Dzat yang begitu pemurah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa anugerah Allah yang berlimpah seharusnya memicu rasa syukur, bukan kedurhakaan. Al-Alusi menekankan bahwa manusia tertipu oleh kesenangan dunia yang fana. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pertanyaan ini sebagai panggilan nurani yang terlelap.