IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Infitar Ayat 4

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Infitar Ayat 4

4 Surah Al-Infitar Ayat 4 ⬇️
وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ
📘 Cara Baca:
wa iżal-qubụru bu'ṡirat
Arti Terjemahan Indonesia:
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan apabila
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Isim Syarat
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - إ ذ ا
إذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān (Syarat)
Kedudukan: Ẓarf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu/syarat. Muḍāf.
Akar Kata: إ ذ ا
القبور
kuburan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Fā'il (bagi Fi'il yang dihapus)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari Fi'il yang dihapus (بعثرت).
Akar Kata: ق ب ر
بعثرت
dibongkar
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Majhūl
Kedudukan: Tafsīr (Penjelasan)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Tā' (تْ) Tā'u Ta'nīts. Jumlah Tafsīrīyah.
Akar Kata: ب ع ث ر
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah
Ayat ini adalah *Muqābalah* (kontras) dengan Ayat 1-3. Setelah kehancuran alam atas (langit/bintang) dan alam tengah (laut), terjadi kebangkitan di alam bawah (**الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ / al-qubūru buʻtsirat/kuburan dibongkar**).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa idzāl-qubūru bu’tsirat" berarti **kuburan-kuburan dibongkar** (*bu’tsirat*), yaitu mayat-mayat dikeluarkan dari dalamnya untuk dibangkitkan. Ath-Thabari menerangkan bahwa *bu’tsirat* berarti isinya dikeluarkan dan tanahnya di balik. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pembongkaran kuburan adalah proses kebangkitan kembali manusia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ayat ini adalah penegasan terhadap Hari Kebangkitan yang didustakan orang kafir. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada satu pun jasad yang tersisa di dalam tanah. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pembongkaran ini sebagai kesimpulan akhir dari siklus kehidupan.