Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa idzāl-qubūru bu’tsirat" berarti **kuburan-kuburan dibongkar** (*bu’tsirat*), yaitu mayat-mayat dikeluarkan dari dalamnya untuk dibangkitkan. Ath-Thabari menerangkan bahwa *bu’tsirat* berarti isinya dikeluarkan dan tanahnya di balik. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pembongkaran kuburan adalah proses kebangkitan kembali manusia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ayat ini adalah penegasan terhadap Hari Kebangkitan yang didustakan orang kafir. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada satu pun jasad yang tersisa di dalam tanah. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pembongkaran ini sebagai kesimpulan akhir dari siklus kehidupan.