IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takwir Ayat 7

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 7

7 Surah At-Takwir Ayat 7 ⬇️
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
📘 Cara Baca:
wa iżan-nufụsu zuwwijat
Arti Terjemahan Indonesia:
dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan apabila
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Isim Syarat
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - إ ذ ا
إذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān (Syarat)
Kedudukan: Ẓarf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu/syarat. Muḍāf.
Akar Kata: إ ذ ا
النفوس
roh-roh
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Nā'ibul Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Nā'ibul Fā'il dari Fi'il yang dihapus (زوجت).
Akar Kata: ن ف س
زوجت
dipertemukan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Majhūl
Kedudukan: Tafsīr (Penjelasan)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Tā' (تْ) Tā'u Ta'nīts. Jumlah Tafsīrīyah.
Akar Kata: ز و ج
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Munasabah
Peristiwa **النُّفُوسُ زُوِّجَتْ (an-nufūsu zuwwijat/roh-roh dipertemukan)** sangat sesuai (*Munasabah*) setelah semua kehancuran, karena ini menandai awal kebangkitan untuk dihisab.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan apabila ruh-ruh dipersatukan (dengan tubuhnya).

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa idzān-nufūsu zuwwijat" berarti **ruh-ruh dipersatukan** (*zuwwijat*), yaitu dengan tubuhnya pada hari kebangkitan, atau dipersatukan dengan pasangan amalnya. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *zuwwijat* berarti setiap jiwa dipasangkan dengan golongan amal perbuatannya (baik dengan baik, buruk dengan buruk). Al-Qurthubi menambahkan bahwa kedua makna tersebut (bersatu dengan tubuh atau berpasangan dengan amal) adalah mungkin. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah pemisahan golongan di akhirat. Al-Alusi menekankan bahwa manusia akan dikumpulkan bersama orang yang mereka cintai atau yang amal perbuatannya sama. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ini sebagai pengelompokan berdasarkan ketaatan dan kekufuran.