IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takwir Ayat 29

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 29

29 Surah At-Takwir Ayat 29 ⬇️
وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
📘 Cara Baca:
wa mā tasyā`ụna illā ay yasyā`allāhu rabbul-'ālamīn
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu Isti'nāf. Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: و - م ا
ما
tidak
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nafy
Kedudukan: Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: م و ي
تشاءون
kamu menghendaki
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: ش ي أ
إلا
kecuali
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Istithnā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Pengecualian.
Akar Kata: أ ل ا
أن
bahwa
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Penashab.
Akar Kata: أ ن ن
يشاء
menghendaki
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri' Manshub
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: An (أَن) dan Fi'ilnya Maṣdar Mu'awwal (Mustathnā).
Akar Kata: ش ي أ
الله
Allah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jalālah
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari يَشَآءَ.
Akar Kata: أ ل ه
رب
Tuhan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Na'at bagi ٱللَّهُ. Muḍāf.
Akar Kata: ر ب ب
العالمين
semesta alam
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Muzakkar Sālim
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Yā' (ي)
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari رَبُّ.
Akar Kata: ع ل م
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • تَشَاءُونَ • Shorof
تَشَاءُونَ berasal dari akar kata ش ي أ. Bentuk aslinya adalah تَشْيَئُونَ, merupakan Fiil Ajwaf Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Hadhf

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Hadhf: Huruf yā' (ي) dihapus untuk meringankan karena bertemu Wāw Jamā'ah dan didahului fathah.
Fiil • تَشَاءُونَ • Shorof
تَشَاءُونَ berasal dari akar kata ش ي أ. Bentuk aslinya adalah تَشْيَئُونَ, merupakan Fiil Ajwaf Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Hadhf

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Hadhf: Huruf yā' (ي) dihapus untuk meringankan karena bertemu Wāw Jamā'ah dan didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ḥaṣr Bil-Nafy wa Istithnā` wa Khātimah
Ayat penutup (*Khātimah*) ini adalah *Ḥaṣr* (pembatasan) yang sangat mendalam: **kamu tidak dapat menghendaki kecuali bila dikehendaki Allah**. Ini menyeimbangkan *Takhṣīṣ* (kehendak manusia) di Ayat 28 dengan *Taqdīm* (mendahulukan) kehendak mutlak Allah, Tuhan seluruh alam.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa mā tasyā’ūna illā ay yasyī’allāhu rabbul-‘ālamīn" adalah penutup yang agung: **dan kamu tidak dapat menghendaki** (lurus) **kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa kehendak manusia harus didukung oleh kehendak dan taufik dari Allah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ayat ini menunjukkan kekuasaan mutlak Allah atas segala sesuatu. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kehendak Allah mendahului kehendak hamba. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah pelajaran tentang tawakal dan tauhid. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai penegasan bahwa ikhtiar manusia harus disertai izin dan rahmat Ilahi.