Maka ke manakah kamu akan pergi?
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fa aina tadzhabūn" adalah pertanyaan retoris yang mengecam: **Maka ke manakah kamu akan pergi?** Setelah semua bukti ini, kebenaran ada di tanganmu. Ath-Thabari menerangkan bahwa pertanyaan ini menunjukkan keheranan atas penolakan mereka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an. Al-Baidhawi menguraikan bahwa tidak ada jalan keluar dari kebenaran. Al-Alusi menekankan bahwa jika mereka menolak, mereka tidak punya tempat kembali. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pertanyaan ini sebagai penegasan bahwa hanya ada satu jalan keselamatan.