IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takwir Ayat 24

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 24

24 Surah At-Takwir Ayat 24 ⬇️
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍۚ
📘 Cara Baca:
wa mā huwa 'alal-gaibi biḍanīn
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf. Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: و - م ا
ما
tidaklah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nafy
Kedudukan: Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: م و ي
هو
dia (Muhammad)
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ḍamīr Munfaṣil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Mubtada'.
Akar Kata: ه و
على
terhadap
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ع ل و
الغيب
yang gaib
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: غ ي ب
ب
orang yang kikir
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Zā'idah
I'rab & Tanda: Mabni atas Kasrah
Penjelasan: Bā' (ب) Zā'idah (untuk taukid).
Akar Kata: ب - ظ ن ن
ظنين
kikir
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Sifat Musyabbahah
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Majrur secara Lafazh dengan Kasrah
Penjelasan: Khobar dari هُوَ.
Akar Kata: ظ ن ن
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Nafyu dan Zajar
Pernyataan **وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ (Wa mā huwa ʻalal-ghaibi biḍanīn/bukanlah orang yang bakhil)** adalah *Nafyu* (penolakan) atas tuduhan menyembunyikan sebagian wahyu. Ini adalah *Zajar* terhadap tuduhan dusta.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir terhadap yang gaib.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā huwa ‘alāl-ghaibi bi ḍanīn" berarti **dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir** (*bi ḍanīn*) **terhadap yang gaib**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *ḍanīn* berarti pelit atau menyembunyikan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Nabi ﷺ menyampaikan wahyu secara sempurna dan tidak menyembunyikan satu pun. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Nabi ﷺ menyampaikan semua yang diperintahkan Allah. Al-Alusi menekankan bahwa Nabi ﷺ tidak memiliki kepentingan pribadi dalam wahyu. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan kejujuran ini sebagai sifat kenabian yang paling utama.