Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir terhadap yang gaib.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā huwa ‘alāl-ghaibi bi ḍanīn" berarti **dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir** (*bi ḍanīn*) **terhadap yang gaib**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *ḍanīn* berarti pelit atau menyembunyikan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Nabi ﷺ menyampaikan wahyu secara sempurna dan tidak menyembunyikan satu pun. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Nabi ﷺ menyampaikan semua yang diperintahkan Allah. Al-Alusi menekankan bahwa Nabi ﷺ tidak memiliki kepentingan pribadi dalam wahyu. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan kejujuran ini sebagai sifat kenabian yang paling utama.