IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takwir Ayat 22

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 22

22 Surah At-Takwir Ayat 22 ⬇️
وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ
📘 Cara Baca:
wa mā ṣāḥibukum bimajnụn
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu Isti'nāf. Mā (مَا) Nafy (seperti ليس).
Akar Kata: و - م ا
ما
bukanlah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nafy
Kedudukan: Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: م و ي
صاحبكم
temanmu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Isim Mā
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Isim Mā. Kāf (كُمْ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ص ح ب - ك م
ب
orang gila
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Zā'idah
I'rab & Tanda: Mabni atas Kasrah
Penjelasan: Bā' (ب) Zā'idah (untuk taukid).
Akar Kata: ب - ج ن ن
مجنون
orang gila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Maf'ūl
Kedudukan: Khobar Mā
I'rab & Tanda: Majrur secara Lafazh dengan Kasrah
Penjelasan: Khobar Mā.
Akar Kata: ج ن ن
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Nafyu dan Zajar
Pernyataan **وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ (Wa mā ṣāḥibukum bimajnūn/Dan temanmu itu bukanlah orang gila)** adalah *Nafyu* (penolakan) yang berfungsi sebagai *Zajar* (hardikan) terhadap tuduhan kafir. Penggunaan kata **صَاحِبُكُمْ (ṣāḥibukum/temanmu)** mengandung *Iltifāt* (pengalihan) dan merujuk pada keakraban Nabi SAW dengan mereka selama bertahun-tahun.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā ṣāḥibukum bimajnūn" adalah bantahan terhadap tuduhan terhadap Nabi Muhammad ﷺ: **temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *ṣāḥibukum* (temanmu) adalah panggilan akrab untuk kaum Quraisy, menunjukkan mereka mengenal baik Nabi ﷺ. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Nabi ﷺ adalah orang yang paling berakal. Al-Baidhawi menguraikan bahwa tuduhan gila adalah kebohongan yang ditujukan kepada pembawa risalah. Al-Alusi menekankan bahwa sifat-sifat kenabian berlawanan dengan kegilaan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai pembersihan nama Nabi ﷺ dari fitnah.