Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā ṣāḥibukum bimajnūn" adalah bantahan terhadap tuduhan terhadap Nabi Muhammad ﷺ: **temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *ṣāḥibukum* (temanmu) adalah panggilan akrab untuk kaum Quraisy, menunjukkan mereka mengenal baik Nabi ﷺ. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Nabi ﷺ adalah orang yang paling berakal. Al-Baidhawi menguraikan bahwa tuduhan gila adalah kebohongan yang ditujukan kepada pembawa risalah. Al-Alusi menekankan bahwa sifat-sifat kenabian berlawanan dengan kegilaan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai pembersihan nama Nabi ﷺ dari fitnah.