IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takwir Ayat 18

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 18

18 Surah At-Takwir Ayat 18 ⬇️
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
📘 Cara Baca:
waṣ-ṣub-ḥi iżā tanaffas
Arti Terjemahan Indonesia:
dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan demi
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf/Qasam.
Akar Kata: و - ص ب ح
الصبح
subuh
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf.
Akar Kata: ص ب ح
إذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Muḍāf Ilaih (Jumlah).
Akar Kata: إ ذ ا
تنفس
fajarnya mulai menyingsing
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (هو/الصبح).
Akar Kata: ن ف س
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah dan Tasykhīṣ
Ayat ini adalah *Muqābalah* dengan Ayat 17 (Malam vs Subuh). **الصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ (aṣ-ṣubḥi idzā tanaffas/subuh apabila bernafas)** adalah *Tasykhīṣ* (personifikasi), menyamakan datangnya subuh dengan makhluk hidup yang bernafas, menandakan kehangatan dan kehidupan baru.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Waṣ-ṣubḥi idzā tanaffas" adalah sumpah dengan **subuh apabila fajar telah menyingsing** (*tanaffas*), yaitu fajar mulai bernapas atau muncul. Ath-Thabari menerangkan bahwa *tanaffas* berarti terangnya fajar, seperti napas yang menghilangkan kegelapan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa sumpah ini adalah penegasan tentang datangnya kebenaran. Al-Baidhawi menguraikan bahwa fajar adalah simbol kedatangan kejelasan. Al-Alusi menekankan bahwa waktu fajar adalah waktu kemunculan cahaya setelah kegelapan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pernapasan subuh sebagai kehidupan baru yang muncul dari kegelapan.