IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Abasa Ayat 32

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Abasa Ayat 32

32 Surah Abasa Ayat 32 ⬇️
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
📘 Cara Baca:
matā'al lakum wa li`an'āmikum
Arti Terjemahan Indonesia:
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
متاعا
sebagai kesenangan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Mutlaq (menekankan makna kalimat)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Dinasab sebagai Maf'ūl Lahu/Maf'ūl Mutlaq dari fi'il yang dihapus.
Akar Kata: م ت ع
لكم
bagi kamu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Lām (ل) Jarr. Majrūr (كُمْ). Mu'ta'alliq kepada مَّتَٰعًا.
Akar Kata: ل - ك م
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf. Lām (ل) Jarr.
Akar Kata: و - ل - ن ع م - ك م
لأنعامكم
untuk binatang-binatang ternakmu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada لَّكُمْ. Kāf (كُمْ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ن ع م - ك م
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻlīl dan Taʻmīm
Ayat ini adalah *Taʻlīl* (penyebaban/tujuan) dari semua rezeki (Ayat 25-31), yaitu sebagai **kesenangan/kehidupan** (*matāʻan*) bagi **kamu (manusia) dan ternakmu** (*Taʻmīm*).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Untuk kesenangan kamu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Matā’al lakum wa li an’āmikum" adalah tujuan penciptaan semua itu: **untuk kesenangan kamu** (*matā’al lakum*) **dan untuk binatang-binatang ternakmu** (*li an’āmikum*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *matā’* adalah kenikmatan sementara di dunia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa semua rezeki ini adalah bukti kebesaran Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa manusia wajib bersyukur atas rezeki ini dan tidak kufur. Al-Alusi menekankan bahwa nikmat yang berlimpah ini seharusnya mendorong manusia untuk menaati Allah. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *matā’* sebagai ujian sementara yang diberikan oleh *Al-Karīm*.