Dan zaitun dan pohon kurma.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa zaitūnaw wa nakhla" berarti **dan zaitun dan pohon kurma**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa penyebutan zaitun dan kurma adalah penekanan pada buah yang penting di wilayah Arab. Al-Qurthubi menambahkan bahwa zaitun dan kurma adalah buah yang banyak manfaatnya, baik untuk dimakan maupun diambil minyaknya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah contoh-contoh keajaiban botani. Al-Alusi menekankan bahwa kurma dan zaitun adalah rezeki yang mengandung berkah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan penyebutan ini sebagai penekanan pada makanan pokok di daerah panas.