Maka barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengambil pelajaran darinya.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Faman syā’a dzakarah" berarti **maka barangsiapa menghendaki, tentulah ia mengambil pelajaran** (*dzakarah*) **darinya**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *dzakarah* berarti mengambil nasihat atau mengingatnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Al-Qur'an bermanfaat bagi semua yang mau mengambilnya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa manfaat peringatan bergantung pada kehendak manusia. Al-Alusi menekankan bahwa Allah memberi kehendak bebas untuk menerima petunjuk. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan kehendak ini sebagai kunci pembuka hidayah.