IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nazi'at Ayat 38

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 38

38 Surah An-Nazi'at Ayat 38 ⬇️
وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ
📘 Cara Baca:
wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā
Arti Terjemahan Indonesia:
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - أ ث ر
آثر
mengutamakan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada طَغَىٰ.
Akar Kata: أ ث ر
الحياة
kehidupan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari وَءَاثَرَ.
Akar Kata: ح ي ي
الدنيا
dunia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Tafḍīl
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Na'at bagi ٱلْحَيَوٰةَ.
Akar Kata: د ن و
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • الدُّنْيَا • Shorof
الدُّنْيَا berasal dari akar kata د ن و. Bentuk aslinya adalah الدُّنْوَى, merupakan Isim Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) diubah menjadi yā' (ي), lalu yā' menjadi alif (ا) (hukum Isim Tafḍīl Mu'annaṡ).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻlīl
Ayat ini adalah *Taʻlīl* (penyebaban) bagi kedurhakaannya: **mengutamakan kehidupan dunia** (*Kinayah* tentang keserakahan duniawi).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā" adalah ciri *man ṭaghā*: **Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia**. Ath-Thabari menerangkan bahwa mereka memilih kenikmatan duniawi daripada akhirat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mengutamakan dunia adalah akar dari semua dosa. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah kesalahan fatal yang membuat mereka kufur. Al-Alusi menekankan bahwa orang yang mencintai dunia akan melupakan akhirat. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *āṡaral-ḥayātad-dun-yā* sebagai pilihan sadar untuk menolak keabadian.