Adapun orang yang melampaui batas (durhaka),
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fa ammā man ṭaghā" adalah deskripsi golongan pertama: **Adapun orang yang melampaui batas** (*man ṭaghā*), yaitu Firaun dan orang-orang sepertinya. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ṭaghā* berarti menolak kebenaran dan sombong. Al-Qurthubi menambahkan bahwa melampaui batas adalah sifat yang disamakan dengan Firaun. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *ṭaghā* adalah sumber kekufuran. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah lawan dari orang yang takut kepada Allah (ayat 26). Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *ṭaghā* sebagai mereka yang menolak tunduk pada hukum Ilahi.