IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nazi'at Ayat 34

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 34

34 Surah An-Nazi'at Ayat 34 ⬇️
فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ
📘 Cara Baca:
fa iżā jā`atiṭ-ṭāmmatul-kubrā
Arti Terjemahan Indonesia:
Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
Maka apabila
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Isti'nāf dan Isim Syarat
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Fā' Isti'nāf.
Akar Kata: ف - إ ذ ا
إذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān (Syarat)
Kedudukan: Ẓarf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu/syarat. Muḍāf.
Akar Kata: إ ذ ا
جاءت
telah datang
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Tā' (تِ) Tā'u Ta'nīts.
Akar Kata: ج ي أ
الطامة
bencana besar
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari جَآءَتِ.
Akar Kata: ط م م
الكبرى
yang paling besar
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Tafḍīl
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah Muqaddarah
Penjelasan: Na'at bagi ٱلطَّآمَّةُ.
Akar Kata: ك ب ر
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Syarth wa Taʻẓīm
Huruf **فَ (Fa/Maka)** mengalihkan topik ke akhirat. **إِذَا (Idzā/Apabila)** memulai *Syarth*. **الطَّامَّةُ الْكُبْرَى (aṭ-ṭāmmatul-kubrā/bencana yang sangat besar)** adalah *Taʻẓīm* yang menunjukkan dahsyatnya Hari Kiamat.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Maka apabila datang malapetaka besar (Hari Kiamat).

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fa idzā jā’atiṭ-ṭāmmatul-kubrā" adalah peralihan kembali ke Kiamat: **Maka apabila datang malapetaka besar** (*aṭ-ṭāmmatul-kubrā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *aṭ-ṭāmmah* adalah bencana yang menenggelamkan atau melampaui segala bencana lain, yaitu Hari Kiamat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah nama lain yang menakutkan bagi Hari Kebangkitan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *kubrā* menekankan kedahsyatannya. Al-Alusi menekankan bahwa semua nikmat (ayat 27-33) akan berakhir oleh *aṭ-ṭāmmatul-kubrā*. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *ṭāmmatul-kubrā* sebagai puncak dari kengerian yang telah dijelaskan di awal surah.