Maka apabila datang malapetaka besar (Hari Kiamat).
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fa idzā jā’atiṭ-ṭāmmatul-kubrā" adalah peralihan kembali ke Kiamat: **Maka apabila datang malapetaka besar** (*aṭ-ṭāmmatul-kubrā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *aṭ-ṭāmmah* adalah bencana yang menenggelamkan atau melampaui segala bencana lain, yaitu Hari Kiamat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah nama lain yang menakutkan bagi Hari Kebangkitan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *kubrā* menekankan kedahsyatannya. Al-Alusi menekankan bahwa semua nikmat (ayat 27-33) akan berakhir oleh *aṭ-ṭāmmatul-kubrā*. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *ṭāmmatul-kubrā* sebagai puncak dari kengerian yang telah dijelaskan di awal surah.