IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nazi'at Ayat 28

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 28

28 Surah An-Nazi'at Ayat 28 ⬇️
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
📘 Cara Baca:
rafa'a samkahā fa sawwāhā
Arti Terjemahan Indonesia:
Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
رفع
Dia meninggikan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Badal
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Badal dari بَنَىٰهَا.
Akar Kata: ر ف ع
سمكها
atapnya
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Hā' (هَا) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: س م ك - ه ا
ف
lalu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf (Tartīb wa Ta'qīb)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fā' 'Aṭaf.
Akar Kata: ف - س و ي - h ا
سواها
Dia menyempurnakannya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada رَفَعَ. Hā' (هَا) Maf'ūl Bih.
Akar Kata: س و ي - ه ا
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • فَسَوَّاهَا • Shorof
فَسَوَّاهَا berasal dari akar kata س و ي. Bentuk aslinya adalah سَوَّيَهَا, merupakan Fiil Laqīf Maqrūn.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ijaz
Penggunaan kata **بَنَاهَا (Banāhā/Allah telah membangunnya)** adalah *Ijaz* (keringkasan) yang menunjukkan keagungan Allah dalam menciptakan langit yang kokoh tanpa tiang.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Rafa‘a samkahā fasawwāhā" adalah deskripsi penciptaan langit: **Dia telah meninggikan bangunannya** (*rafa‘a samkahā*) **lalu menyempurnakannya** (*fasawwāhā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *samkahā* adalah ketinggian langit. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *fasawwāhā* berarti Allah menyempurnakan bentuk dan keteraturan langit. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kesempurnaan langit adalah bukti ketuhanan. Al-Alusi menekankan bahwa langit diciptakan tanpa cela. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *rafa‘a samkahā* sebagai keagungan ciptaan yang tidak terjangkau.