Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Lābiṡīna fīhā aḥqābā" berarti **Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya** (*aḥqābā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *aḥqāb* (jamak dari *ḥuqb*) adalah waktu yang sangat lama, yang ditafsirkan sebagai rentang waktu tak berujung. Al-Qurthubi menambahkan bahwa meskipun *ḥuqb* dapat didefinisikan, maknanya di sini adalah kekekalan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa mereka tidak akan keluar darinya. Al-Alusi menekankan bahwa lamanya waktu menunjukkan kekekalan azab. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *aḥqābā* sebagai periode yang tak terhitung dan tiada akhir.