Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wailuy yawma’idzil lil-mukadzdzibīn" adalah pengulangan ancaman kesembilan: **Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pengulangan ini menyusul ejekan terhadap kesenangan dunia mereka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mereka akan menyesali waktu yang dihabiskan untuk kesenangan fana. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah penegasan azab. Al-Alusi menekankan bahwa penyesalan di akhirat adalah azab tersendiri. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *Wailu* sebagai akhir dari segala kesenangan duniawi.