Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wailuy yawma’idzil lil-mukadzdzibīn" adalah pengulangan ancaman kedua: **Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pengulangan ini berfungsi untuk memperkuat peringatan dan ancaman. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah pola khas dalam Surah Al-Mursalat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa setiap pemaparan bukti atau ancaman diikuti dengan kutukan bagi pendusta. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah puncak dari kepastian azab. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pengulangan ini sebagai desakan untuk bertaubat.