Lalu Kami susulkan (pembinasaan) mereka dengan (pembinasaan) orang-orang yang datang kemudian.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Tsumma nutbi‘uhumul-ākhirīn" berarti **Lalu Kami susulkan (pembinasaan) mereka dengan (pembinasaan) orang-orang yang datang kemudian** (*al-ākhirīn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *al-ākhirīn* adalah kaum Mekah yang mendustakan akan menerima nasib serupa. Al-Qurthubi menambahkan bahwa tidak ada yang dapat luput dari hukuman Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *nutbi‘uhum* menunjukkan kesinambungan hukuman. Al-Alusi menekankan bahwa keadilan Allah berlaku untuk semua generasi. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai peringatan bagi umat di akhir zaman.