tetapi dia mendustakan (kebenaran) dan berpaling.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa lākin każżaba wa tawallā" adalah penegasan atas kekufuran mereka. **Każżaba** (mendustakan) berarti hati mereka menolak kebenaran yang disampaikan Nabi.
---
**Tawallā** (berpaling) berarti mereka berpaling dari keimanan dan ketaatan. Al-Qurthubi menafsirkan bahwa mereka mendustakan hati mereka dan berpaling dengan anggota tubuh mereka, **menolak seluruh jalan hidayah**.