dan Aku bersumpah demi jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah" adalah sumpah kedua Allah. **An-Nafsil-lawwāmah** (jiwa yang amat menyesali) adalah jiwa mukmin yang senantiasa menyesal jika melakukan kesalahan atau meninggalkan ibadah, dan ini adalah **tanda keimanan**.
---
Al-Qurthubi berpendapat bahwa yang dimaksud adalah jiwa manusia secara umum, yang akan menyesali perbuatannya pada Hari Kiamat (baik orang beriman menyesal karena kurang beramal, maupun orang kafir menyesal karena kekufurannya). Al-Alusi menambahkan bahwa sumpah demi jiwa yang menyesal ini menunjukkan keagungan Allah yang sanggup menciptakan jiwa yang memiliki kesadaran moral yang tinggi.