Biarkanlah Aku dan orang yang Aku ciptakan sendirian,
Imam **Ath-Thabari** menjelaskan bahwa "Żarnī wa man khalaqtu waḥīdā" adalah ancaman yang ditujukan kepada Al-Walid bin Al-Mughirah. **Ibnu Katsir** dan **Al-Qurthubi** sepakat bahwa *waḥīdā* merujuk pada statusnya saat lahir (tanpa harta dan anak).
---
**Al-Baidhawi** menafsirkan *Żarnī* (Biarkanlah Aku) sebagai janji Allah untuk menghukumnya tanpa bantuan orang lain. **Al-Alusi** menyatakan ancaman ini menunjukkan murka Ilahi yang luar biasa. **Hamka (Al-Azhar)** melihat *waḥīdā* sebagai cerminan kesendiriannya dalam menghadapi azab Allah tanpa pembelaan.