IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nas Ayat 2

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nas Ayat 2

2 Surah An-Nas Ayat 2 ⬇️
مَلِكِ النَّاسِۙ
📘 Cara Baca:
malikin-nās
Arti Terjemahan Indonesia:
Raja manusia,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ملك
Raja
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah, Mudzakkar
Kedudukan: Badal (Pengganti) atau Na'at
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Badal atau Sifat bagi 'رَبِّ'.
Akar Kata: مَلَكَ - يَمْلِكُ - مُلْكًا م ل ك
الناس
manusia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak, Ma'rifat, Mudzakkar
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari 'مَلِكِ'.
Akar Kata: أَنَسَ - يَأْنِسُ - أُنْسًا أ ن س
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Frasa
مَلِكِ النَّاسِ (Raja manusia)
Frasa: Murakkab Idhāfī - Badal/Na't (Pengganti/Sifat) Rabb
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • النَّاسِ • Shorof
النَّاسِ berasal dari akar kata ن و س. Bentuk aslinya adalah النَّوْسُ, merupakan Isim Ajwaf Wawiy (Masdar/Isim).

➡️ Mekanisme: Qalb

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Qalb: Terjadi pada bentuk maṣdar/isim asal, di mana wāwu (و) diganti menjadi alif (ا) karena kaidah fonetik Qalb.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Tathwīl (Iṭnāb)
Pengulangan kata **الناس (an-Nas)** dan penambahan sifat **ملك (Malik)** setelah **رب (Rabb)** adalah Iṭnāb (memperpanjang) dengan tujuan penegasan (Tathwīl). Ini berfungsi untuk memperkuat konsep ketuhanan Allah: Dia adalah Tuhannya, Rajanya, dan Sembahan manusia.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Raja manusia. Allah sebagai Penguasa dan Pemilik yang sebenarnya dari seluruh kerajaan manusia.

Penjelasan Detail:

Imam Al-Qurthubi menerangkan bahwa "Malikinnas" menunjukkan kekuasaan mutlak Allah atas segala kerajaan dan pemerintahan di dunia. Ath-Thabari menambahkan bahwa hanya Allah yang memiliki hak memerintah dan membuat hukum untuk manusia. Ar-Razi menguraikan bahwa kekuasaan Allah meliputi kerajaan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Al-Alusi menekankan bahwa pengakuan terhadap Malikiyah Allah akan membebaskan manusia dari perbudakan sesama makhluk. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa manusia sering tertipu dengan raja-raja dunia, padahal Raja sejati hanyalah Allah semata.