IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nas Ayat 1

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nas Ayat 1

1 Surah An-Nas Ayat 1 ⬇️
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
📘 Cara Baca:
qul a'ụżu birabbin-nās
Arti Terjemahan Indonesia:
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
قل
Katakanlah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Amr
Kedudukan: Fi'il Amr (Perintah)
I'rab & Tanda: Majzum dengan Sukun
Penjelasan: Fi'il Amr. Fa'ilnya *dhomir* tersembunyi (Engkau/Muhammad).
Akar Kata: قَالَ - يَقُولُ - قَوْلًا ق و ل
أعوذ
Aku berlindung
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Maqūl Qoul (Kalimat yang diucapkan)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fi'il Muḍāri'. Fa'ilnya *dhomir* tersembunyi (Aku/Anā).
Akar Kata: عَاذَ - يَعُوْذُ - عَوْذًا ع و ذ
ب
dengan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Kasrah
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ب
رب
Tuhan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah, Mudzakkar
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim yang di Jarr setelah 'بِ'.
Akar Kata: رَبَّ - يَرُبُّ - رَبًّا ر ب ب
الناس
manusia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak, Ma'rifat, Mudzakkar
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari 'رَبِّ'.
Akar Kata: أَنَسَ - يَأْنِسُ - أُنْسًا أ ن س
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
قُلْ (Katakanlah)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah (Perintah) - Kalimat Inti (Perintah)
Tipe Analisis: Kalimat
أَعُوذُ (Aku berlindung)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah (Pernyataan) - Kalimat Inti (Pernyataan)
Tipe Analisis: Frasa
بِرَبِّ (Dengan Tuhan)
Frasa: Murakkab Jār Majrūr - Pelengkap (Muta'alliq) A'ūdhu
Tipe Analisis: Frasa
رَبِّ النَّاسِ (Tuhannya manusia)
Frasa: Murakkab Idhāfī - Inti dari Jār Majrūr (Majrūr sekaligus Mudhāf)
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • أَعُوذُ • Shorof
أَعُوذُ berasal dari akar kata ع و ذ. Bentuk aslinya adalah أَعْوُذُ, merupakan Fiil Ajwaf Wawiy.

➡️ Mekanisme: Iskan

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Iskān: Harakat dammah pada wāwu (و) dianggap berat, lalu dipindahkan ke 'ain (ع) yang sukun. Ini adalah kaidah dalam Fi'il Ajwaf Muḍāri'.
Isim • النَّاسِ • Shorof
النَّاسِ berasal dari akar kata ن و س. Bentuk aslinya adalah النَّوْسُ, merupakan Isim Ajwaf Wawiy (Masdar/Isim).

➡️ Mekanisme: Qalb

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Qalb: Terjadi pada bentuk maṣdar/isim asal, di mana wāwu (و) diganti menjadi alif (ا) karena kaidah fonetik Qalb.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Amr
Perintah (Amr) dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk memohon perlindungan, menunjukkan pentingnya dan urgensi permohonan perlindungan ini.
Ma'ani - Iltifāt
Penggunaan lafazh **الناس (an-Nas)** setelah lafazh **رب (Rabb)** berfungsi sebagai penambahan penjelasan (Idhāfah) dari sifat ketuhanan, menekankan bahwa perlindungan itu datang dari Penguasa dan Pemilik tunggal manusia.
Bayan - Tasybīh Isytirākī
Sifat **رب الناس (Rabbun Nās)**, **ملك الناس (Malikun Nās)**, dan **إله الناس (Ilāhun Nās)** secara keseluruhan menunjukkan kesatuan konsep ketuhanan Allah yang mencakup penciptaan, penguasaan, dan penyembahan. Ketiganya memiliki peran yang berbeda tetapi disatukan dalam satu entitas (Allah) sebagai tempat perlindungan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Permohonan perlindungan kepada Allah sebagai Rabb yang mengatur, memelihara, dan mendidik seluruh umat manusia.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Rabbinnas" menunjukkan Allah sebagai Tuhan yang memelihara dan mengatur seluruh urusan manusia dari awal hingga akhir. Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa kata "Rabb" mengandung makna pendidikan dan penyempurnaan secara bertahap. Ibnu Katsir menerangkan bahwa perlindungan kepada Rabb berarti memohon penjagaan dari Sang Penguasa sejati alam semesta. Al-Baidhawi menguraikan bahwa penyebutan "Rabb" sebelum "Malik" dan "Ilah" menunjukkan bahwa pendidikan dan pengaturan Allah lebih dahulu daripada kekuasaan dan penyembahan. Sayyid Quthb menekankan bahwa pengakuan terhadap Rububiyah Allah merupakan pondasi segala bentuk perlindungan.