IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Ikhlas Ayat 2

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas Ayat 2

2 Surah Al-Ikhlas Ayat 2 ⬇️
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
📘 Cara Baca:
allāhuṣ-ṣamad
Arti Terjemahan Indonesia:
Allah tempat meminta segala sesuatu.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
الله
Allah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat, Mudzakkar
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Mubtada' (Subjek).
Akar Kata: أ ل ه
الصمد
tempat bergantung
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat, Mudzakkar
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar (Berita) dari ٱللَّهُ.
Akar Kata: ص م د
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
اللَّهُ الصَّمَدُ (Allah adalah Ash-Shamad)
Kalimat: Jumlah Ismiyyah - ALLĀHU adalah Mubtada'. AṢ-ṢAMADU adalah Khobar. Jumlah ini berfungsi sebagai penjelas (Badal) bagi Jumlah Ismiyyah sebelumnya.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Maani - Jumlat Ismiyyah li al-Thubūt (Kalimat Ismiyyah untuk Kepastian)
Menggunakan kalimat nominal (Mubtada' dan Khobar) untuk menyatakan sifat "al-Ṣamad" (tempat bergantung mutlak) menunjukkan bahwa sifat ini adalah permanen dan pasti bagi Allah.
Maani - Ta'rīf al-Musnad Ilaih wa al-Musnad (Definisi Subjek dan Predikat)
Mendefinisikan kedua kata (dengan Alif Lām) memberikan penekanan yang tinggi, mengindikasikan keunikan sifat Ṣamad yang hanya dimiliki Allah.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Hanya Allah yang tidak membutuhkan siapapun, sementara semua makhluk bergantung kepada-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

Penjelasan Detail:

Imam Al-Qurthubi memaparkan bahwa "Allahus Shamad" menunjukkan bahwa Allah adalah tujuan akhir segala permohonan, tempat bergantung seluruh makhluk, dan Yang Maha Sempurna dalam segala sifat-Nya. Ath-Thabari menambahkan bahwa Shamad berarti Yang Maha Dibutuhkan oleh semua makhluk, Yang Maha Kekal setelah musnahnya ciptaan, dan Yang Maha Sempurna tanpa kekurangan. Ibnu Katsir menguraikan bahwa seluruh makhluk dari langit dan bumi, malaikat dan manusia, jin dan hewan, semuanya membutuhkan Allah dalam setiap detik keberadaan mereka, sedangkan Allah tidak membutuhkan mereka sedikitpun. Al-Alusi menjelaskan bahwa sifat Shamad mencakup kesempurnaan ilmu, kekuasaan, kebijaksanaan, dan kasih sayang Allah yang menjadi sandaran segala permintaan. Hamka menekankan bahwa pengakuan ketergantungan mutlak kepada Allah akan melahirkan sikap tawakal yang benar, menghilangkan kesombongan, dan menumbuhkan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.