Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Pernyataan tegas tentang keesaan Allah dalam Dzat, sifat, dan perbuatan-Nya yang menolak segala bentuk syirik.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Qul Huwallahu Ahad" merupakan deklarasi tauhid yang membersihkan konsep ketuhanan dari segala bentuk keserupaan dengan makhluk. Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa kata "Ahad" lebih khusus dari "Wahid" karena menafikan bilangan, pembagian, dan keserupaan secara mutlak. Ibnu Katsir menerangkan bahwa surah ini setara dengan sepertiga Al-Quran karena mengandung inti ajaran tauhid yang menjadi fondasi seluruh syariat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa keesaan Allah mencakup tiga aspek: esa dalam Dzat-Nya yang tidak tersusun dari bagian-bagian, esa dalam sifat-Nya yang tidak ada yang menyerupai, dan esa dalam perbuatan-Nya yang tidak ada sekutu dalam penciptaan dan pengaturan. Sayyid Quthb menekankan bahwa pengakuan keesaan Allah membebaskan manusia dari penyembahan berhala modern seperti materi, kekuasaan, hawa nafsu, dan ideologi sesat.