IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Ikhlas Ayat 1

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas Ayat 1

1 Surah Al-Ikhlas Ayat 1 ⬇️
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
📘 Cara Baca:
qul huwallāhu aḥad
Arti Terjemahan Indonesia:
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
قل
Katakanlah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Amr
Kedudukan: Fi'il Amr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Fi'il Amr. Fa'ilnya Dhomir Mustatir (engkau).
Akar Kata: قَالَ - يَقُوْلُ - قَوْلاً ق و ل
هو
Dia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Dhomir Munfashil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Dhomir Munfashil sebagai Mubtada' (Subjek).
Akar Kata: ه و
الله
Allah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat, Mudzakkar
Kedudukan: Khobar Awal
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar (Berita) pertama dari هُوَ.
Akar Kata: أ ل ه
أحد
Maha Esa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah, Mudzakkar
Kedudukan: Khobar Kedua
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar (Berita) kedua dari هُوَ.
Akar Kata: أ ح د
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
قُلْ (Katakanlah)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah - Fi'il Amr. Fā'il (أَنْتَ) Mustatir. Jumlah ini adalah Kalimat Inti Perintah.
Tipe Analisis: Kalimat
هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (Dia lah Allah Yang Maha Esa)
Kalimat: Jumlah Ismiyyah - Ini adalah Maf'ūl Bih (Obyek) dari QUL. ALLĀHU adalah Mubtada'. AHADUN adalah Khobar. HUWA berfungsi sebagai Dhamīr al-Faṣl (Penegasan).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Maani - Qasr bil-Dhamīr al-Faṣl (Pembatasan dengan Kata Ganti Pemisah)
Penggunaan Dhamīr al-Faṣl (هُوَ) di antara Mubtada' (ٱللَّهُ) dan Khobar (أَحَدٌ) berfungsi sebagai Qasr, membatasi keesaan hanya kepada Allah, bukan yang lain.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Pernyataan tegas tentang keesaan Allah dalam Dzat, sifat, dan perbuatan-Nya yang menolak segala bentuk syirik.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Qul Huwallahu Ahad" merupakan deklarasi tauhid yang membersihkan konsep ketuhanan dari segala bentuk keserupaan dengan makhluk. Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa kata "Ahad" lebih khusus dari "Wahid" karena menafikan bilangan, pembagian, dan keserupaan secara mutlak. Ibnu Katsir menerangkan bahwa surah ini setara dengan sepertiga Al-Quran karena mengandung inti ajaran tauhid yang menjadi fondasi seluruh syariat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa keesaan Allah mencakup tiga aspek: esa dalam Dzat-Nya yang tidak tersusun dari bagian-bagian, esa dalam sifat-Nya yang tidak ada yang menyerupai, dan esa dalam perbuatan-Nya yang tidak ada sekutu dalam penciptaan dan pengaturan. Sayyid Quthb menekankan bahwa pengakuan keesaan Allah membebaskan manusia dari penyembahan berhala modern seperti materi, kekuasaan, hawa nafsu, dan ideologi sesat.