Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Pengakuan bahwa orang-orang musyrik tidak akan pernah mau menyembah Allah dengan cara yang benar.
Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa "wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud" mengisyaratkan bahwa orang-orang musyrik tidak mungkin meninggalkan penyembahan berhalanya untuk menyembah Allah secara murni. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengakuan ini menunjukkan realitas perbedaan yang tidak mungkin dipertemukan antara tauhid dan syirik. Ath-Thabari menguraikan bahwa ayat ini sekaligus membantah anggapan orang musyrik bahwa semua agama pada dasarnya sama. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa pernyataan ini menegaskan adanya perbedaan mendasar dalam konsep ketuhanan antara Islam dan kemusyrikan. Az-Zamakhsyari menekankan keindahan struktur kalimat yang menunjukkan perbedaan yang bersifat timbal balik dan permanen.