IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Kafirun Ayat 1

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Kafirun Ayat 1

1 Surah Al-Kafirun Ayat 1 ⬇️
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
📘 Cara Baca:
qul yā ayyuhal-kāfirụn
Arti Terjemahan Indonesia:
Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
قل
Katakanlah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Amr
Kedudukan: Fi'il Amr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Fi'il Amr. Fa'ilnya Dhomir Mustatir (engkau).
Akar Kata: قَالَ - يَقُوْلُ - قَوْلاً ق و ل
يا
wahai
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Nidā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Panggilan.
Akar Kata: ي و
أيها
hai
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Munādā (yang dipanggil)
Kedudukan: Munādā
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Isim Munādā.
Akar Kata: أ ي ي
الكافرون
orang-orang kafir
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Mudzakkar Sālim
Kedudukan: Na'at / Badl
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Wāw
Penjelasan: Na'at (Sifat) atau Badl (Pengganti) dari أَيُّهَا.
Akar Kata: ك ف ر
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
قُلْ (Katakanlah)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah - Fi'il Amr. Fā'il (أَنْتَ) Mustatir.
Tipe Analisis: Kalimat
يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (Wahai orang-orang kafir)
Kalimat: Jumlah Nidā'iyyah - Yā: Harf Nidā'. Ayyuhā: Munādā. Jumlah ini adalah Maf'ūl Bih bagi Qul.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Amr
Perintah (Amr) dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk memanggil dan menyampaikan penolakan tegas terhadap kompromi dalam masalah akidah.
Ma'ani - Nidā' (Panggilan)
Panggilan secara eksplisit kepada **الْكَافِرُونَ (al-kāfirūn/orang-orang kafir)** untuk penegasan dan pembedaan antara pihak yang beriman dan yang tidak beriman.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Katakanlah: "Hai orang-orang kafir!". Seruan langsung kepada orang-orang musyrik untuk mendengarkan pernyataan tegas tentang perbedaan keyakinan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "qul yaa ayyuhal kaafiruun" merupakan seruan langsung Rasulullah kepada pemimpin-pemimpin Quraisy yang menawarkan kompromi dalam masalah akidah. Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa penggunaan kata "kaafiruun" secara langsung menunjukkan ketegasan dalam menyampaikan kebenaran tanpa diplomasi yang mengorbankan prinsip. Ibnu Katsir menerangkan bahwa surah ini turun sebagai jawaban terhadap tawaran orang-orang musyrik untuk bergantian menyembah tuhan masing-masing selama setahun. Al-Baidhawi menguraikan bahwa panggilan "hai orang-orang kafir" mengandung makna pengingkaran terhadap kekafiran mereka sekaligus undangan untuk meninggalkannya. Sayyid Quthb menekankan bahwa ayat ini mengajarkan tentang prinsip "laa mudahanah" (tidak berkompromi) dalam masalah akidah dan ibadah.