Kemudian, kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia). Puncak ancaman bahwa semua kenikmatan dunia akan dipertanggungjawabkan.
Imam Al-Qurthubi menerangkan bahwa "tsumma latus-alunna yaumaa-idzin 'anin na'iim" merupakan puncak dari ancaman tersebut - pertanggungjawaban atas semua kenikmatan. Ath-Thabari menambahkan bahwa kenikmatan yang dimaksud mencakup kesehatan, kekayaan, waktu luang, dan semua karunia Allah. Ibnu Katsir menguraikan bahwa pertanyaan ini akan sangat detail dan memalukan. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa manusia akan ditanya untuk apa kenikmatan itu digunakan. Hamka menekankan bahwa kenikmatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.