➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Karena telah datang kepadanya seorang buta.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "An jā’ahul-a’mā" adalah alasan perbuatan itu: **karena telah datang kepadanya seorang buta** (*al-a’mā*), yaitu Abdullah bin Ummi Maktum. Ath-Thabari menerangkan bahwa orang buta tersebut datang dalam keadaan tidak melihat, sehingga tidak menyadari kesibukan Nabi ﷺ. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *al-a’mā* datang dengan niat tulus mencari ilmu. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kedatangan orang buta itu mengganggu konsentrasi Nabi ﷺ. Al-Alusi menekankan bahwa ketidakpedulian terhadap orang buta yang tulus ini adalah fokus teguran. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *al-a’mā* sebagai simbol jiwa yang terbuka, kontras dengan pembesar yang hatinya buta.