dan pada hari itu wajah-wajah (orang kafir) masam,
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa wujūhuy yauma’iżib bāsirah" adalah kondisi orang kafir. **Bāsirah** (masam/gelap) menunjukkan wajah yang pucat, sedih, cemberut, dan terhina.
---
Kontras ini sangat tajam: *nāḍirah* (berseri) bagi mukmin vs. *bāsirah* (masam) bagi kafir. Ini adalah ekspresi visual dari **ketakutan dan keputusasaan** yang mereka alami.