Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Malam ini penuh kedamaian, keselamatan, dan dijaga dari segala keburukan.
Imam Al-Qurthubi menafsirkan bahwa "salaamun" (kesejahteraan/kedamaian) berarti malam itu **penuh keselamatan** dari siksaan dan keburukan. Ada juga pendapat bahwa ini merujuk pada salam yang diucapkan oleh para malaikat kepada orang-orang mukmin yang sedang beribadah, dan berlanjut hingga terbitnya fajar ("hatta mathla'il fajr"). Hamka menekankan bahwa kedamaian ini mencakup ketenangan spiritual dan perlindungan dari kejahatan.