IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-'Alaq Ayat 13

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-'Alaq Ayat 13

13 Surah Al-'Alaq Ayat 13 ⬇️
اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ
📘 Cara Baca:
a ra`aita ing każżaba wa tawallā
Arti Terjemahan Indonesia:
Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
أرأيت
Bagaimana pendapatmu
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Pengulangan untuk penekanan.
Akar Kata: ر أ ي
ان
jika
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf syarat.
Akar Kata: أ ن ن
كذب
ia mendustakan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fi'il Syarat. Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia).
Akar Kata: ك ذ ب
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
تولى
ia berpaling
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada كَذَّبَ.
Akar Kata: و ل ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • وَتَوَلَّى • Shorof
وَتَوَلَّى berasal dari akar kata و ل ي. Bentuk aslinya adalah وَتَوَلَّيَ, merupakan Fiil Laqīf Maqrūn.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di akhir kata diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Ṭibāq (Muqābalah)
Ayat 13 adalah *Ṭibāq* (kontras) yang sempurna dengan Ayat 11. Di ayat 11 membahas *hamba* yang benar, di ayat 13 membahas *pelarang* yang **mendustakan** dan **berpaling**, menunjukkan kebobrokan pelarang.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa ayat ini kembali menyoroti kondisi Abu Jahal, si pelarang, yang **mendustakan kebenaran** dan **berpaling** dari petunjuk. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa jika si pelarang adalah pendusta, maka kezalimannya berlipat ganda. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "kadzdzaba" (mendustakan) adalah dengan lisan, sedangkan "tawallaa" (berpaling) adalah dengan perbuatan. Al-Alusi menguraikan bahwa kontras antara dua pihak (Nabi dan Abu Jahal) sangat tajam di sini.