➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa ayat ini kembali menyoroti kondisi Abu Jahal, si pelarang, yang **mendustakan kebenaran** dan **berpaling** dari petunjuk. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa jika si pelarang adalah pendusta, maka kezalimannya berlipat ganda. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "kadzdzaba" (mendustakan) adalah dengan lisan, sedangkan "tawallaa" (berpaling) adalah dengan perbuatan. Al-Alusi menguraikan bahwa kontras antara dua pihak (Nabi dan Abu Jahal) sangat tajam di sini.